Tampilkan postingan dengan label B.Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B.Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 April 2010

Opini Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah

Opini Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah

Definisi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan suatu alat komunikasi yang digunakan masyarakat Indonesia secara nasional dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan kerja sama atau tujuan antar sesama masyarakat dan untuk mengidentifikasikan diri dalam kehidupan sosial masyarakat.

Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri

Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).

Peranan Bahasa

1.Alat pemersatu bangsa

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa mengenal daerah asal , suku, agama dan ras masyarakat itu sendiri. 2.Alat komunikasi

Komunikasi tanpa bahasa diibaratkan seperti makanan tanpa garam. Disini bahasa merupakan pengarah timbal balik komunikasi tersebut. Dengan adanya bahasa Indonesia, semua masyarakat bisa saling berkomunikasi satu sama lain

3.Penggunaan dalam pendidikan

Bahasa selain untuk pengantar lisan, bisa juga untuk tulisan. Hal ini diimplementasikan dalam dunia pendidikan bangsa Indonesia. Semua pendidikan di jenjang akademis menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Selain itu di jenjang akademis, khususnya perguruan tinggi Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai macam penulisan dengan menggunakan konsep ilmiah.

Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah

Sampai saat ini, Bahasa Indonesia mampu untuk dijadikan sebagai Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah dikarenakan strukturnya yang jelas, ragam bahasanya yang banyak jenisnya, adanya bahasa baku, dan banyaknya aturan/kaidah Bahasa Indonesia itu sendiri. Jadi pertahankan Bahasa Indonesia dalam penggunaan sehari-hari baik lisan maupun tulisan.

Selasa, 06 April 2010

Tugas Buku Gorys Keraf ---- Argumentasi & Narasi

ARGUMENTASI DAN NARASI

BAB IV(DEDUKSI)

Jawaban

1. a. Sebelum habis tahun, Departemen PUTL mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 6.365.000.000

b. Dalam bulan Februari 1970, anggaran belanja digunakan sebesar 2.500.000.000

c. Departemen Pertanian anggaran tepakai Rp 6.675.415.470

2. a silogisme hipotesi(tdk bnr)

b. silogisme kategorial(bnr)

c. rantai deduksi(tdk bnr)

3. a silogisme hipotesis

b.silogisme kategorial

c.siloogisme alternatif

d.silogisme kategorial

4. a. tdk (karena keduanya tidak saling berkaitan)

b. tdk (karena keduanya tidak saling berkaitan)

c. ya (karena keduanya saling berkaitan)

d .tdk (karena keduanya tidak saling berkaitan)

e. ya (karena keduanya saling berkaitan)

5. a mayor : seorang warga yang baik adalah selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa.

. minor : ia adalah seorang warga yang baik.

. konklusi : sebab itu, ia selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa (kategorial)

b. mayor : siapa saja yang ahli dalam bidang matematika adalah yang mengajar matematika di fakultas tersebut

minor : ia adalah seorang yang ahli dalam bidang matematika

konklusi : sebab itu, ia yang mengajar matematika di fakultas tersebut ahli dalam bidang matematika (kategorial)

c.mayor : usaha perikemanusian yang telah dicetuskan oleh presiden adalah untuk memajukan putra-putri irian jaya

minor : usaha itu merupakan jalan yang paling baik

konklusi : usaha itu merupakan jalan yang paling baik untuk memajukan putra-putri Irian Jaya (kategorial)

d. mayor : syarat kerja itu mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya

minor : mereka menerima syarat kerja itu

konklusi : mereka menerima syarat kerja itu yang mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya (kategorial)

e. mayor : jika menguasai lima bahasa dunia, maka ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional

minor : ia menguasai lima bahasa dunia

konklusi : sebab itu, ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional (hipotesis)

f. mayor : jika ia berbakat, maka ia harus memasuki perguruan tinggi

minor : ia berbakat

konklusi : sebab itu, ia harus memasuki perguruan tinggi (hipotesis)

Jumat, 12 Maret 2010

Tugas IV : Artikel Ilmiah Populer

Ide umum : Budaya Indonesia

Ide khusus : Budaya Batik

Topik : Batik dan kontroversinya

Tema : Sejarah batik , Jenis-jenis batik yang berkembang di Indonesia

Bahasan Tema : Perang batik, Penetapan hari nasional penggunaan batik pada masyarakat


”Batik dan kontroversinya”

Batik secara historis berasal dari nenek moyang sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik maĆ­z didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namur dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrae yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber, dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradicional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaza masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri.

Jenis-jenis batik yang berkembang di Indonesia

1.Batik Kraton

Batik Kraton awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Parang Barong, Parang Rusak termasuk Udan Liris, dan beberapa motif lanilla

2.Batik Sudagaran

Motif larangan dari kalangan keraton merangsang seniman dari kaum saudagar untuk menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar. Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua. Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.

3.Batik Petani

Batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.

4.Batik Belanda

Warga keturunan Belanda banyak yang tertarik dengan batik Indonesia. Mereka membuat motif sendiri yang disukai bangsa Eropa. Motifnya berupa bunga-bunga Eropa, seperti tulip dan motif tokoh-tokoh cerita dongeng terkenal di sana.

5.Batik Cina/Pecinan

Batik Cina merupakan akulturasi budaya antara perantau dari Cina dengan budaya lokal Indonesia. Ciri khas batik ini warnanya variatif dan cerah, dalam satu kain menampilkan banyak warna. Motifnya banyak mengandung unsur budaya Cina seperti motif burung hong (merak) dan naga. Pola batiknya lebih rumit dan halus.

6.Batik Jawa Hokokai

Pada masa penjajahan Jepang di pesisir Utara Jawa lahir ragam batik tulis yang disebut batik Hokokai. Motif dominan adalah bunga seperti bunga sakura dan krisan. Hampir semua batik Jawa Hokokai memakai latar belakang (isen-isen) yang sangat detail seperti motif parang dan kawung di bagian tengah dan tepiannya masih diisi lagi, misalnya motif bunga padi.

Budaya batik yang sudah ada, ternyata dininabobokan oleh kalangan masyarakat di Indonesia, sehingga sekitar tahun 2009 awal, terjadilah konflik antara Indonesia dan Malaysia dalam hal memperebutkan budaya batik. Melihat kondisi ini, perang budaya pun terjadi. Di sisi pihak setiap Negara mempertahankan argumennya, bahwa batik adalah budayanya. Hal ini membuat seniman, dan aktivis budaya Indonesia maju untuk mempertahankan budaya Batik. Mereka mendaftarkan HAKI batik secara Internasional. Dan akhirnya Indonesia memenangkan haknya akan Budaya batik. Pada tanggal 2 oktober 2009,tepatnya hari Jumat, Presiden Susilo mengumumkan bahwa Batik, diakui secara Internasional sebagai Budaya Indonesia, dan semenjak itu stiap hari jumat semua kalangan masyarakat dari mahasiswa, pekerja pemerintahan, sampai pejabat pemeritahan menggunakan batik di tempat kerja dan tempat menimba ilmu.

Senin, 22 Februari 2010

Jenis Paragraf dan Contohnya

Paragraf Generalisasi

Kampus E,Universitas Gunadarma, di kelapa dua diresmikan sejak tahun 2000.Setelah itu kegiatan perdagangan di sekitar kampus mulai dilirik oleh penduduk sekitar maupun pedagang dari tempat lain.Tukang fotocopy yang berjumlah dua puluh bertebaran di samping kiri-kanan kampus.Warung makan berjumlah sepuluh,warnet berjumlah delapan.Hanya toko baju yang berjumlah dua.Boleh dikatakan, kegiatan perdagangan ini sangat ramai dan menguntungkan.

Penjual pulsa berjalan banyak sekali dimana-mana.Tetangga sekitarku semuanya berjualan.Tini berjualan di sekolah. Rudi berjualan di kantor. Toni berjualan di kost-kostan.Meti berjualan di asrama, dan aku sendiri berjualan di kampus.Kami mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak. Boleh dikatakan, pulsa berjalan ini sangat menguntungkan

Paragraf Analog

Preman dan peminta-minta merupakan sampah masyarakat.Preman meminta uang dengan paksa dan sedikit keras, sedangkan peminta-minta meminta uang dengan paksa dan memelas. Mereka semua mengganggu kenyamanan masyarakat umum yang melintas di jalan ataupun berada di tempat fasilitas umum lainnya seperti halte, terminal, dan taman. Oleh karena itu, keberadaan mereka diatur oleh perda dan ditertibkan oleh Satpol PP.

Pelajar zaman sekarang harus belajar dengan giat dan rajin. Mereka semua harus mencari tahu informasi dan teknologi sebaru mungkin untuk menunjang keberhasilan studi mereka. Begitu juga dengan, pekerja, mereka harus menggali kemampuan dan potensi mereka untuk mengaplikasikan pekerjaan dengan informasi dan teknologi terbaru supaya lebih mudah dan cepat. Oleh karena itu, pelajar dan pekerja sama-sama harus giat dan rajin untuk mencari tahu informasi dan teknologi terbaru

Paragraf kausal

Di kota depok, setiap paginya diterangi dengan terik matahari hingga siang hari. Sedangkan sore hingga malam hari, hujan deras turun. Banyak anak sekolah yang tidak membawa payung. Banyak pengendara motor yang tidak membawa jas hujan. Dan banyak ibu rumah tangga yang meninggalkan cucian basah di rumah. Seakan hujan dan terik tahun ini datang bersamaan, akibatnya mereka kebingungan jika ingin beraktivitas setiap harinya.

Budi, anak yang cerdas. Dari kelas 1 SD hingga kelas 5, ia selalu mendapatkan ranking 1. Tidak perlu belajar banyak ataupun bimbel. Setiap saat guru menerangkan, budi langsung bisa memahami, dan menjawab.Hal ini membuat ia malas belajar, akibatnya saat ujian nasional kelas 6 SD, budi tidak lulus dan harus mengulang.HbBanBan

Karangan Narasi

“ Menulis adalah proses menalar”

Menulis diartikan sebagai penuangan gagasan, ide, cerita , kisah, hidup, atauapapun itu yang berhubungan dengan pribadi si penulis atau obyek lainnya yang diproses dengan daya nalar si penulis untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat. Kemampuan menulis seseorang bisa dilihat dan diukur dari frekuensi dan intensitas orang tersebut untuk menulis. Dilihat dari sisi frekuensinya, pertama, sejak usia kecil, sekitar berumur 4-5 tahun, seorang anak sudah diajarkan untuk menuliskan nama mereka dengan proses nalar untuk mengenal huruf-huruf alphabet. Kedua, sejak anak tersebut masuk bangku sekolah, yaitu SD, mereka sudah diajarkan untuk menulis sesuatu yang lebih rumit yaitu mengerjakan tugas-tugas berupa soal bacaan maupun angka.Daya nalar mereka lebih ditingkatkan untuk menjawab soal yang tepat.Ketiga, sejak anak tersebut masuk ke bangku SMP, mereka sudah diajarkan jenis-jenis karangan yaitu : eksposisi,argumentasi,narasi,persuasi,dan deskripsi. Untuk proses ini, daya nalar yang diperlukan lebih tinggi lagi, supaya membedakan jenis karangan satu dengan yang lainnya. Keempat, sejak anak tersebut masuk ke bangku SMA dan sudah menjadi remaja, mereka dikenalkan dengan berbagai jenis karangan dan cerita, bahkan sebagai aplikasinya, banyak dari mereka yang terjun langsung ke dunia penulisan, seperti mengirim cerpen ke redaksi majalah, membuat tajuk rencana ke koran/tabloid. Nalar seseorang dalam tahapan ini diperlukan, untuk mewujudkan tulisan yang menarik dan informatif.Kelima, saat anak tersebut sudah masuk ke dunia universitas dan menjadi seorang yang dewasa, frekuensi mereka menulis lebih banyak lagi karena menulis merupakan bekal di masa yang akan datang, tepatnya untuk memasuki dunia kerja. Dan tahap terakhir, saat seseorang sudah memasuki dunia pekerjaan, maka menulis merupakan sebuah peluang untuk meciptakan/menghasilkan uang.

Dilihat dari intensitasnya, pertama, sejak usia kecil berumur 4-5 tahun, hasil tulisan seorang anak kecil pasti tidak sebanyak orang dewasa.Sekedar hanya menulis nama di sekolah TK ataupun menulis di rumah. Kedua, sejak anak masuk di bangku sekolah, hasil tulisannya lebih banyak karena setiap harinya, seorang anak disuruh untuk mengerjakan tugas di sekolah maupun tugas yang dikerjakan di rumah. Ketiga, sejak anak tersebut masuk ke SMP, hasil tulisannya lebih banyak lagi, karena mereka sudah mempunyai pengetahuan tentang jenis-jenis karangan. Keempat, saat anak menjadi remaja, banyak sekali peristiwa hidup baru yang mereka lalui, dan biasanya mereka tuangkan lewat buku harian atau menulis di blog atau jaringan sosial lainnya.Kelima, saat anak tersebut, sudah menjadi dewasa, dan masuk ke dunia universitas, semakin banyak lagi hasil tulisan yang mereka buat. Mulai dari tugas kuliah, tugas magang berupa laporan, dan semakin rumitnya peristiwa hidup. Dan tahap terakhir, saat berkerja, motivasi seseorang untuk menghasilkan uang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan, tingginya kebutuhan hidup, maka orang akan semakin giat untuk menuangkan ide, gagasan, atau apapun itu untuk dijadikan tulisan yang bermanfaat,informatif, dan menghasilkan uang.