Di tengah kondisi perekonomian yang semakin sulit, masyarakat Indonesia banyak mengkonsumsi tempe sebagai pengganti protein dari hewani. Selain kaya zat gizi, tempe juga termasuk panganan yang murah meriah. Kenyataan ini, dijadikan bisnis tak beretika oleh sekelompok orang pembuat tempe. Mereka mencampurkan zat pewarna kertas, untuk menjadikan tempe yang lebih tahan lama dan tentunya bahan baku yang murah.Praktek ini sudah berjalan selama 15 tahun, tetapi hal ini baru diekspos ke publik oleh salah satu stasiun televisi swasta, sebut saja X.Pelanggaran ini, secara langsung merugikan kesehatan konsumen yang mengkonsumsi tempe ini secara kontinue dan kasus ini akan ditindaklanjuti oleh YLKI.
Contoh ke-2
Obat Paten diperjualbelikan
Seorang dokter di salah satu RS.Swasta menangani pasien khusus untuk spesialis penyakit dalam. Semua orang yang berobat di RS. Swasta ini beragam pendapatan, tetapi lebih banyak orang menengah saja. Pada prakteknya, ada seorang ibu penyakit paru-paru yang diberikan obat X, dengan harga 17.000/butir, dan ibu ini harus mengkonsumsi 3 butir setiap harinya.Bayangkan, berapa nominal rupiah yang harus dikeluarkan seorang ibu ini untuk setiap bulannya. Dan ternyata di salah satu apotek ternama, petugas apoteker memberitahukan bahwa obat X ini terdapat obat generik, dan fantastis, harganya hanya 5.500/butir. Sungguh luar biasa, perbedaan nominal rupiah ini. Hal ini, sangat merugikan pasien, tetapi masalah ini tidak bisa dilindungi oleh YLKI, karena adanya etika profesi yang disalahgunakan terhadap etika bisnis.
Anggaran Induk = Suatu jaringan kerja yang berisi berbagai macam anggaran yang dipisah tetapi saling berhubungan & saling tergantung
Anggaran induk dapat disusun untuk satu perusahaan sebagai satu kesatuan dan dapat disusun sebagai divisi laba.
Jenis-jenis anggaran induk
1 Anggaran Penjualan
A
nggaran penjualan merupakan suatu penentuan jumlah unit penjualan yang diperkirakan akan dijual di dalam suatu perusahaan untuk periode yang akan datang. Pada umumnya anggaran penjualan ini akan menyebutkan jumlah unit yang dijual serta harga jual per unit produk tersebut untuk masing-masing daerah penjualan yang ada. Dengan demikian, maka dari anggaran penjualan yang disusun tersebut akan dapat diketahui proyeksi penerimaan pendapatan perusahaan dari penjualan produk serta jumlah unit untuk masing-masing jenis produk yang dijual.
Untuk menyusun anggaran penjualan ini perlu disusun peramalah penjualan perusahaan dengan mempergunakan model yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari penjualan produk perusahaan. Beberapa model yang dapat dipergunakan untuk mengadakan penyusunan anggaran penjualan produk perusahaan ini antara lain model tren pangkat tunggal, tren pangkat dua, regresi, dan lain-lain.
2 Anggaran Produksi
A
nggaran produksi dapat disusun setelah mengetahui berapa besar rencana penjualan untuk masing-masing produk. Rencana penjualan ini dapat dilihat dalam anggaran penjualan. Berdasarkan rencana penjualan yang telah tersusun tersebut serta dengan mempertimbangkan perubahan persediaan produk akhir yang ada , maka anggaran produksi akan dapat disusun.
Di dalam menyusun anggaran produksi bulanan, maka akan dikenal penerapan dari pola produksi yang ada di dalam perusahaan. Di dalam pemilihan pola produksi untuk perusahaan, maka manajeen selayaknya mempertimbangkan berbagai macam faktor yang berhubungan dengan biaya –biaya yang harus menjadi tanggungan perusahaan apabila perusahaan tersebut memilih salah satu dari pola produksi tersebut. Sebagaim mana diketahui, pola produksi ada tiga macam:
1. Pola produksi konstan
Merupakan pola produksi di mana jumlah produksi dari bulan ke bulan adalah sama atau relatif sama,
walaupun terdapat perubahan penjualan produk perusahaan dari satu bulan dengan bulan yang lain.
2. Pola produksi bergelombang
Merupakan pola produksi dimana jumlah produksi di setiap bulan mengalami perubahan sesuai dengan
perubahan penjualan, sedangkan jumlah persediaan barang jadi adalah stabil atau tetap.
3. Pola produksi moderat
Merupakan suatu pola produksi dimana jumlah produksi di setiap bulan selalu mengalami perubahan, namun
perubahan ini tidak akan sebesar perubahan penjualan produk yang ada. Perubahan penjualan produk akan
diserap secara bersama-sama di dalam perubahan jumlah produksi dan persediaan barang jadi.
Manajemen perusahaan akan berusaha untuk mengadakan pemilihan pola produksi yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari perusahaan tersebu
3 Anggaran Bahan Baku
A
pabila anggaran produksi telah disusun, maka anggaran bahan baku telah dapat disusun pula. Penyusunan anggaran bahan baku akan dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama adalah mengidentifikasi tingkat penggunaan bahan baku atau yang disebut dengan material usage rate. Apabila tingkat penggunaan bahan baku ini telah diketahui, maka dengan mempergunakan data anggaran produksi (dimana diketahui jumlah yang akan diproduksi selama satu periode) maka akan dapat disusun jumlah unit kebutuhan bahan baku untuk keperluan proses produksi. Setelah itu baru kemudian diperhitungkan besarnya jumlah unit kebutuhan bahan baku yang akan dibeli. Jumlah unit bahan baku yang akan dibeli akan sama dengan besarnya jumlah unit kebutuhan bahan baku untuk proses produksi ditambah atau dikurangi dengan selisih yang terjadi antara persediaan awal dengan rencana persediaan akhir dari bahan baku yang akan dipergunakan tersebut. Apabila persediaan awal bahan baku ternyata lebih besar dari rencana persediaan akhir, maka besarnya pembelian bahan baku akan sama dengan kebutuhan bahan baku untukproses produksi dikurangi dengan selisih persediaan awal dengan persediaan tersebut, begitu pula sebaliknya.
Dengan dasar kebutuhan bahan baku yang akan dibe li ini maka manajemen perusahaan akan dapat memperhitungkan berapa besarnya dana yang diperlukan di dalam pembelian bahan baku untuk keperluan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan
4Anggaran Tenaga Kerja Langsung
T
enaga kerja langsung akan sangat perlu pula untuk dikendalikan biayanya, karena tenaga kerja langsung ini juga merupakan salah satu unsur pembentuk harga pokok produksi. Tanpa adanya pengendalian biaya tenaga kerja langsung yang baik, maka besar kemungkinan bahwa biaya tenaga kerja langsung ini menjadi lebih besar dari biaya yang sewajarnya, sehingga harga pokok produksi atau HPP akan menjadi bertambah besar. Kondisi ini tentu saja akan menurunkan daya saing perusahaan.
Untuk mengadakan perhitungan terhadap biaya tenaga kerja langsung yang dipergunakan di dalam pelaksanaan proses produksi, maka perlu ditentukan terlebih dahulu satuan dasar yang akan dipergunakan untuk perhitungan tersebut. Satuan dasar ini penting artinya karena dengan adanya satuan dasar yang dipergunakan untuk perhitungan biaya tenaga kerja langsung, maka kesimpangsiuran di dalam penyusunan biaya tenaga kerja langsung tersebut akan dapat dihindarkan.
Pada umumnya untuk menyusun perhitungan biaya tenaga kerja langsung ini dikenal dua macam dasar perhitungan, yaitu upah per unit produk, dan upah per jam. Masing-masing sistem upah tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga sebelum mengadakan pemilihan sistem mana yang akan dipergunakan di dalam perusahaan maka perlu mempelajari terlebih dahulu sistem mana yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Di dalam sistem upah per unit, maka para karyawan langsung akan cenderung untu dapat menghasilkan unit produk sebanyak-banyaknya sehingga produktivitas karyawan tersebut akan cenderung meningkat. Namun upah per unit memiliki kelemahan dimana karena para karyawan cenderung untu dapat menghasilkan unit produk sebesar-besarnya, maka terkadang kualitas unit produk yang dihasilkan cenderung menurun karena menjadi terabaikan. Bila tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat dari pihak manajemen, maka dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar karena hilangnya kepuasan konsumen terhadap produk yang dibelinya.
Sistem upah menurut waktu (unit per jam) dapat membuat para pekerja menghasilkan unit produk yang berkualitas tinggi karena tidak terfokus pada tujuan menghasilkan produk sebanyak-banyaknya. Namun kelemahan dari sistem ini adalah karyawan cenderung untuk memperlama waktu waktu penyelesaian pekerjaan karena tidak mempengaruhi besarnya penerimaan mereka.
5Anggaran Biaya Overhead Pabrik
B
iaya Overhead Pabrik merupakan komponen ketiga di dalam penyusunan perhitungan besarnya harga pokok produksi. Biaya overhead pabrik terdiri dari seluruh biaya yang terjadi di dalam pabrik kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Untuk menyusun biaya overhead pabrik ini manajemen akan menetapkan besarnya tarif biaya overhead pabrik atas dasar anggaran biaya overhead pabrik yang akan dikeluarkan pada tahun yang akan datang yang dibebankan kepada setiap unit produk yang diproduksikan. Manajemen perusahaan akan memilih suatu variabel sebagai dasar perhitungan biaya overhead pabrik yang ada di dalam perusahaan. Pada dasarnya manajemen perusahaan akan mempergunakan dasar jam kerja buruh langsung untuk mengadakan perhitungan besarnya biaya overhead pabrik di dalam perusahaan tersebut.
6Anggaran Persediaan
Merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan datang.
7Anggaran Biaya Non Produksi
D
alam akuntansi biaya tradisional, hanya biaya produksi yang dibebankan ke produk. Beban penjualan, umum, administrasi diperlakukan beban periodek dan tidak dibebankan ke produk. Meskipun demikian, biaya non produksi juga sebagai bagian dari biaya produksi, penjualan, distribuĆs, dan pelayanan atas produk. Contoh : komisi yang dibayarkan kepada tenaga penjualan
8Anggaran pengeluaran modal
Anggaran pengeluaran modal adalah pengalokasian modal adalah proses keputusan simultan mengenai berapa besar dan dari mana sumber daya akan diperoleh serta dikeluarkan untuk penggunaan masa datang, khususnya dalam produksi barang dan jasa di masa datang. Lingkup
9Anggaran Kas
A
nggaran kas merupakan suatu cara yang efektif dalam merencanakan dan mengendalikan arus kas, menilai kas yang dibutuhkan dan menggunakan kelebihan kas yang ada secara efektif pula. Anggaran kas merupakan alat utama untuk membuat estimasi keuangan jangka pendek. Tujuan utama di dalam penyusunan anggaran kas adalah untuk merencanakan atau menentukan kegiatan operasional perusahaan sebagai dasar untuk menentukan optimalisasi kas dimasa yang akan datang
10Anggaran Rugi-Laba
B
agian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
11Anggaran Neraca
L
aporan yang berisi harta, utang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu.Harta yang disajikan dalam neraca disusun berdasarkan likuiditas, yaitu tingkat kecepatan harta tersebut menjadi uang, dalam kegiatan perusahaan. Sedangkan utang disusun atas jangka waktu pembayaran. Dan modal disusun berdasarkan tingkat kekekalan/lamanya bertahan dalam perusahaan.
12Anggaran perubahan posisi keuangan
L
aporan perubahan posisi keuangan atau laporan aliran dana, atau disebut juga laporan sumber dana penggunaan dana. Laporan tersebut dapat dimasukan sebagai pelengkap dalam laporan keuangan.
Adapun tujuan dari laporan perubahan posisi keuangan ini terutama adalah untuk memberikan informasi tentang perubahan aktiva lancar dan utang lancar. Jadi, titk berat dari laporan ini adalah para sumber dan penggunaan modal kerja untuk satu periode.
Bahasa Indonesia merupakan suatu alat komunikasi yang digunakan masyarakat Indonesia secara nasional dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan kerja sama atau tujuan antar sesama masyarakat dan untuk mengidentifikasikan diri dalam kehidupan sosial masyarakat.
Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).
Peranan Bahasa
1.Alat pemersatu bangsa
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa mengenal daerah asal , suku, agama dan ras masyarakat itu sendiri. 2.Alat komunikasi
Komunikasi tanpa bahasa diibaratkan seperti makanan tanpa garam. Disini bahasa merupakan pengarah timbal balik komunikasi tersebut. Dengan adanya bahasa Indonesia, semua masyarakat bisa saling berkomunikasi satu sama lain
3.Penggunaan dalam pendidikan
Bahasa selain untuk pengantar lisan, bisa juga untuk tulisan. Hal ini diimplementasikan dalam dunia pendidikan bangsa Indonesia. Semua pendidikan di jenjang akademis menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Selain itu di jenjang akademis, khususnya perguruan tinggi Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai macam penulisan dengan menggunakan konsep ilmiah.
Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah
Sampai saat ini, Bahasa Indonesia mampu untuk dijadikan sebagai Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah dikarenakan strukturnya yang jelas,ragam bahasanya yang banyak jenisnya, adanya bahasa baku, dan banyaknya aturan/kaidah Bahasa Indonesia itu sendiri. Jadi pertahankan Bahasa Indonesia dalam penggunaan sehari-hari baik lisan maupun tulisan.
1. a. Sebelum habis tahun, Departemen PUTL mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 6.365.000.000
b. Dalam bulan Februari 1970, anggaran belanja digunakan sebesar 2.500.000.000
c. Departemen Pertanian anggaran tepakai Rp 6.675.415.470
2. a silogisme hipotesi(tdk bnr)
b. silogisme kategorial(bnr)
c. rantai deduksi(tdk bnr)
3.a silogisme hipotesis
b.silogisme kategorial
c.siloogisme alternatif
d.silogisme kategorial
4. a. tdk (karena keduanya tidak saling berkaitan)
b. tdk (karena keduanya tidak saling berkaitan)
c. ya (karena keduanya saling berkaitan)
d .tdk (karena keduanya tidak saling berkaitan)
e. ya (karena keduanya saling berkaitan)
5. a mayor : seorang warga yang baik adalah selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa.
.minor : ia adalah seorang warga yang baik.
. konklusi : sebab itu, ia selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa (kategorial)
b. mayor : siapa saja yang ahli dalam bidang matematika adalah yang mengajar matematika di fakultas tersebut
minor : ia adalah seorang yang ahli dalam bidang matematika
konklusi : sebab itu, ia yang mengajar matematika di fakultas tersebut ahli dalam bidang matematika (kategorial)
c.mayor : usaha perikemanusian yang telahdicetuskan oleh presiden adalah untuk memajukan putra-putri irian jaya
minor : usaha itu merupakan jalan yang paling baik
konklusi : usaha itu merupakan jalan yang paling baik untuk memajukan putra-putri Irian Jaya (kategorial)
d. mayor : syarat kerja itu mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya
minor : mereka menerima syarat kerja itu
konklusi : mereka menerima syarat kerja itu yang mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya (kategorial)
e. mayor : jika menguasai lima bahasa dunia, maka ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional
minor : ia menguasai lima bahasa dunia
konklusi : sebab itu, ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional (hipotesis)
f. mayor : jika ia berbakat, maka ia harus memasuki perguruan tinggi
minor : ia berbakat
konklusi : sebab itu, ia harus memasuki perguruan tinggi (hipotesis)
Jumat, 12 Maret 2010
Tugas IV : Artikel Ilmiah Populer
Ide umum: Budaya Indonesia
Ide khusus: Budaya Batik
Topik: Batik dan kontroversinya
Tema: Sejarah batik , Jenis-jenis batik yang berkembang di Indonesia
Bahasan Tema: Perang batik, Penetapan hari nasional penggunaan batik pada masyarakat
”Batik dan kontroversinya”
Batik secara historis berasal dari nenek moyang sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik maĆz didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namur dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat launberalih pada motif abstrae yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber, dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradicional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaza masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri.
Jenis-jenis batik yang berkembang di Indonesia
1.Batik Kraton
Batik Kraton awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Parang Barong, Parang Rusak termasuk Udan Liris, dan beberapa motif lanilla
2.Batik Sudagaran
Motif larangan dari kalangan keraton merangsang seniman dari kaum saudagar untuk menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar. Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua. Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.
3.Batik Petani
Batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.
4.Batik Belanda
Warga keturunan Belanda banyak yang tertarik dengan batik Indonesia. Mereka membuat motif sendiri yang disukai bangsa Eropa. Motifnya berupa bunga-bunga Eropa, seperti tulip dan motif tokoh-tokoh cerita dongeng terkenal di sana.
5.Batik Cina/Pecinan
Batik Cina merupakan akulturasi budaya antara perantau dari Cina dengan budaya lokal Indonesia. Ciri khas batik ini warnanya variatif dan cerah, dalam satu kain menampilkan banyak warna. Motifnya banyak mengandung unsur budaya Cina seperti motif burung hong (merak) dan naga. Pola batiknya lebih rumit dan halus.
6.Batik Jawa Hokokai
Pada masa penjajahan Jepang di pesisir Utara Jawa lahir ragam batik tulis yang disebut batik Hokokai. Motif dominan adalah bunga seperti bunga sakura dan krisan. Hampir semua batik Jawa Hokokai memakai latar belakang (isen-isen) yang sangat detail seperti motif parang dan kawung di bagian tengah dan tepiannya masih diisi lagi, misalnya motif bunga padi.
Budaya batik yang sudah ada, ternyata dininabobokan oleh kalangan masyarakat di Indonesia, sehinggasekitar tahun 2009 awal, terjadilah konflik antara Indonesia dan Malaysia dalam hal memperebutkan budaya batik. Melihat kondisi ini, perang budaya pun terjadi. Di sisi pihak setiap Negara mempertahankan argumennya, bahwa batik adalah budayanya. Hal ini membuat seniman, dan aktivis budaya Indonesia maju untuk mempertahankan budaya Batik. Mereka mendaftarkan HAKI batik secara Internasional. Dan akhirnya Indonesia memenangkan haknya akan Budaya batik. Pada tanggal 2 oktober 2009,tepatnya hari Jumat, Presiden Susilo mengumumkan bahwa Batik, diakui secara Internasional sebagai Budaya Indonesia, dan semenjak itu stiap hari jumat semua kalangan masyarakat dari mahasiswa, pekerja pemerintahan, sampai pejabat pemeritahan menggunakan batik di tempat kerja dan tempat menimba ilmu.